Seandainya bisa, aku ingin terbang bersamamu dan burung-burung di atas sana.
Aku ingin terus duduk bersamamu di bawah teduhnya pohon-berbagi eclair, ditemani matahari dan angin sepoi-sepoi.
Aku ingin terus duduk bersamamu di bawah teduhnya pohon-berbagi eclair, ditemani matahari dan angin sepoi-sepoi.
Aku ingin terus menggenggam jari-jemarimu, berbagi rasa dan hangat tubuh-selamanya.
Sayangnya, gravitasi menghalangiku.
Putaran bumi menambah setiap detik di hari-hari kita.
Seperti lilin yang terus terbakar, tanpa terasa waktu kita pun tidak tersisa banyak.
Semua terasa terburu-buru.
Sayangnya, gravitasi menghalangiku.
Putaran bumi menambah setiap detik di hari-hari kita.
Seperti lilin yang terus terbakar, tanpa terasa waktu kita pun tidak tersisa banyak.
Semua terasa terburu-buru.
Perpisahan pun terasa semakin menakutkan.
Aku rebah di tanah.
Memejamkan mata kuat-kuat karena air mata yang menderas.
"Aku masih di sini," bisikmu, selirih angin sore.
Tapi aku tak percaya.
Bagaimana jika saat aku membuka mata nanti, kau benar-benar tiada?
Aku rebah di tanah.
Memejamkan mata kuat-kuat karena air mata yang menderas.
"Aku masih di sini," bisikmu, selirih angin sore.
Tapi aku tak percaya.
Bagaimana jika saat aku membuka mata nanti, kau benar-benar tiada?


2 komentar:
wah, ini yg pnya blog punya beneran gk ya novel2nya????
eheheheh.... :)
aku nylihhhhhh
lho,,,,
jangan tanyaaaa,, pasti jawabannya gag punya,,
hehehehe..
sejak kapan suka mbaca??
katane cerita novel mudah ketebak,, :p
Posting Komentar